Kamis, 12 April 2012

Pekerjaan dalam Psikologi yang Menggunakan Komputer


Pendahuluan

Tuntutan kebutuhan masyarakat Indonesia akan peran psikolog semakin tinggi seiring dengan perkembangan persoalan-persoalan biopsikososial dan spiritual yang terjadi dalam konteks perubahan masyarakat Indonesia. Tuntutan kebutuhan masyarakat tersebut bukan sekadar analisis perilaku, namun telah mengarah pada bentuk-bentuk intervensi yang diperlukan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi. Selain itu, domain tuntutan masyarakat dan persoalan yang memerlukan peran profesional tenaga ahli bidang psikologi pun semakin meluas dari praktik-praktik klinis menuju praktik non klinis atau sosial (Sarwono, 2001).
Adanya kesadaran bahwa penanganan (intervensi) persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat tidak hanya terkait dengan kompetensi individual semata, melainkan juga etika profesional secara internasional, menjadikan pendidikan profesi psikologi di Indonesia memiliki posisi yang strategis dalam menentukan kiprah nyata disiplin ilmu psikologi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Komputer sangat membantu dalam pekerjaan psikolog. Tujuan penggunaan komputer adalah agar setiap data yang diolah dapat dihasilkan informasi yang cepat, akurat, informatif dan efisien. komputer adalah suatu  peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolahnya menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer dan mengeluarkan hasilnya menjadi informasi dan kemudian dapat menyimpan program dan hasil olahannya kedalam media penyimpanan menjadi sebuah file. Hal itulah yang membuat hampir setiap pekerjaan menggunakan koputer, tidak terkecuali dalam ranah psikologi.

Pekerjaan Psikologi yang Menggunakan Sistem Komputer
1.     1.  Konselor
Misalnya dalam pekerjaan konselor. Dimana, konselor dapat mengolah informasi yang di dapat dari kliennya ke dalam komputer. Konselor dapat menggunakan komputer untuk mengatur, mengedit, mengklasifikasi dan memberikan informasi yang sangat banyak jumlahnya mengenai gambaran dari pekerjaan, karakteristik pekerjaan, dan persyaratan yang diperlukan. Sehingga, hanya melalui pangkalan data / database komputer konselor dapat terus mengikuti tren dalam bidang pekerjaan yang terus mengalami perubahan, disertai dengan proyeksi mengenai pekerjaan dan juga deskripsi pekerjaan yang baru (Zunker, 1986).

2.   2.   Trainer
Tugas trainer adalah memberikan jasa pelatihan dan pengembangan diri, alam hal ini trainer mengajarkan suatu pengetahuan yang berhubungan dengan pengembangan diri dalam suatu kegiatan seminar, training, ataupun workshop.  Dalam menjalankan aktivitas kerjanya, trainer membutuhkan alat atau media yang mendukung pekerjaannya. Untuk memaksimalkan tercapainya tugas dalam pekerjaannya, alat atau media yang digunakan tentunya adalah alat atau media yang berbasis teknologi komputer, Media tersebut digunakannya untuk membuat dan menyimpan materi yang akan disampaikannya atau diajarkannya dalam seminar, training, ataupun workshop, dan dapat ditampilkan melalui proyektor agar semua peserta seminar, Training, ataupun workshop dapat melihat materi yang diajarkan oleh trainer, sehingga peserta pun akan lebih mudah dalam memahami materi dan isi pembicaraan trainer.

Minggu, 18 Maret 2012

Sistem Informasi Psikologi

Analisa Data dan Informasi tentang Web Lowongan Pekerjaan

Sebelum menganalisa mengenai tentang web yang akan saya bahas tidak ada salahnya memahami lebih mendalam tentang perbedaan data dan informasi itu sendiri..
Data merupakan informasi yang disimpan yang dapat sewaktu-waktu di gunakan oleh penggunannya. Data merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi seseorang yang memerlukannya. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain. 
Sedangkan informasi adalah sesuatu data yang dikumpulkan untuk mengambil suatu keputusan. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Selain itu definisi informasi sebagai pengetahuan didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.
 
 Pendahuluan 
Perkembangan jaman pada saat ini sudah sedemikian majunya sehingga manusia modern pada saat ini bisa mendapatkan informasi terkini tentang apapun. Demikian pula halnya dengan kesempatan-kesempatan kerja yang tersedia pada perusahaan-perusahaan baik domestik maupun internasional yang di pasang pada website-website penyedia info lowongan kerja. 
Website penyedia informasi tersebut sangatlah menguntungkan kedua belah pihak, pihak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan juga pihak pencari kerja itu sendiri. Dengan tingkat penggunaan internet yang jumlahnya sangat signifikan pada saat ini, akses yang mudah, para pencari kerja ataupun perusahaan yang membutuhkan sama-sama bisa diuntungkan sesuai dengan kepentingan mereka masing-masing..

Keuntungan Melamar Kerja Melalui Internet
  • Melamar kerja semakin mudah karena kita tidak harus mengirimkan surat lamaran lewat pos. Dengan adanya internet, pelamar kerja bisa saja mengirimkan lamarannya lewat e-mail.
  • Kelebihan internet bagi pencari kerja ini adalah
  • Efisiensi waktu dan biaya, seperti lamaran yang dikirim bisa dengan mudah, cepat, dan langsung dikirim oleh perusahaan bahkan dalam hitungan detik.
  • Menerima pemberitahuan otomatis untuk lowongan – lowongan yang cocok dengan resumenya.
  • Informasi lowongan kerja yang sesuai dengan Curicullum Vitae (CV) 
Pembahasan  
http://www.karir.com:  Karier.com since 1990 Indonesia's career sate...... Pada web ini untuk membuat data pribadi atau log in sangat mudah kita harus mengisi data pribadi terlebih dulu pada bagian "Career Hunter Registration Form" melalui 4 tahap.. Dalam penggunaan bahasa menggunakan bahasa Inggris.. Tampilan Depan "Let Us Stretch Your Reach" 
Pada web ini fitur yang digunakan tidak berlebihan karena fitur yang berlebihan dan berbagai link penjualan (iklan yang berlebihan) yang dapat membuat pengunjung bingung bahkan merasa kurang nyaman, terutama jika pengunjung tidak terlalu akrab dengan internet, dan sudah tentu sangat mengganggu kenyamanan dalam menikmati informasi yang disajikan. 
 
lowongan kerja.com: Your Gateway to Success "Akusuka.com" memiliki daftar pekerjaan yang lebih terperinci  untuk daftar atau login sangat sederhana disini kita juga dapat menaruh usaha atau informasi lowongan untuk dipasarkan.
Web yang baik harus memiliki warna, tekstur, latar belakang dan elemen  sederhana dengan tambahan satu atau dua benda besar sebagai titik fokus. Sehingga ketika diakses, mata pengguna akan cenderung mengarah kepada satu atau dua poin saja. Web Minimalis biasanya hanya mengandung unsur-unsur yang dianggap penting, widget dan link yang tidak penting dan tidak berfungsi lebih baik ditinggalkan.



Rabu, 30 November 2011

DESAIN OFFICIAL WEBSITE UNTUK PEMERINTAHAN

MEMBANDINGKAN ASPEK DESAIN OFFICIAL WEBSITE UNTUK PEMERINTAHAN, CORPORATE DAN PRIBADI.

• Pemerintahan

Website Sekertaris Negara Republik Indonesia, jika dilihat secara psikologi dari segi warna, tampilan, dan fasilitas. (http://www.setneg.go.id/)

1. Warna
Didominasi oleh warna putih keabu-abuan. Hal ini mencerminkan kesan formal pada web yang ingin di tampilkan sehingga pengunjung web akan merasa lebih nyaman melihat isi pada web tersebut. Kesan warna abu-abu menunjukkan arti yang jelas dan kecenderungan lebih netral. Respon Psikologi: Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, dan warna abu-abu adalah warna yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata. Sedangkan warna-warna merah terang yang mempunyai porsi sedikit mengindikasikan mempunyai pengaruh produktiviti, perjuangan, persaingan, mewakili kekuatan, kemauan atau cita-cita. Warna ini turut melambangkan agresif, aktif, kemauan keras, penuh gairah dan dominasi.

2. Tampilan
Dalam website ini terdapat foto Gedung Putih Istana Negara dengan bendera merah putih di tengah Istana yang ditampilkan dengan tujuan untuk memberitahukan kepada pengunjung situs, mengenai identitas bangsa Indonesia melalui websitenya.

3. Fasilitas
Fasilitas web ini antara lain : Home, Tentang Kami, Profil, Produk Hukum, Tanda Kehormatan, Istana, Galeri dan Lelang. Dalam web ini menunjukkan hal-hal yang dilakukan menginformasikan apa saja kegiatan yang dilakukan oleh Sekertaris Negara Republik Indonesia.

Website Parlimen Malaysia, jika dilihat secara psikologi dari segi warna,tampilan, dan fasilitas. (http://www.parlimen.gov.my/index.php)

1. Warna
Didominasi oleh warna keabu-abuan. Hal ini mencerminkan kesan formal pada web yang ingin di tampilkan sehingga pengunjung web akan merasa lebih nyaman melihat isi pada web tersebut. Kesan warna abu-abu menunjukkan arti yang jelas dan kecenderungan lebih netral. Respon Psikologi: Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, dan warna abu-abu adalah warna yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata. Warna biru mempunyai arti yang memberikan ketenangan yang sempurna, Melambangkan sifat yang teguh dan kokoh. Tetapi biasanya sedikit keras kepala, serta sering berbangga diri dan memiliki pendirian yang tetap.
Sedangkan warna-warna yang memiliki porsi sedikit yaitu merah dan kuning. Warna merah Mewakili kekuatan, kemahuan atau cita-cita. Warna ini turut melambangkan agresif, aktif, kemahuan keras, penuh ghairah dan dominasi. sedangkan warna kuning melambangkan sifat spontan dan toleransi yang tinggi. Begitu menonjol tetapi berubah-ubah sikap, suka berharap dan dermawan.

2. Tampilan
Dalam website ini terdapat foto Gedung Pemerintahan malaysia dengan bendera Biru merah putih yang ditampilkan dengan tujuan untuk memberitahukan kepada pengunjung situs, mengenai identitas bangsa Malaysia melalui websitenya.

3. Fasilitas
Fasilitas web ini antara lain : Yang di Pertuan Agung, Dewan Rakyat, Dewan Negara, dan Organisasi, layanan ini mengandung maklumat khusus berhubung instansi parlement dan dokumen-dokumen berkaitan perjalannya pemerintahan malaysia,

Perbandingan antar keduanya…

Warna membantu kita dalam mengenali suatu objek dan dapat merebut perhatian, menarik, menolak, menggemaskan, bahkan mempengaruhi emosi. Warna juga dapat menimbulkan kesan pertama kepada pengunjung ketika menjelajah sebuah situs web karena warna adalah hal pertama yang dilihat (terutama untuk background).

Web Indonesia didominasi warna putih abu-abu dengan warna merah yang mempunyai porsi sedikit. Sedangkan Malaysia memiliki warna abu-abu yang didominasi warna biru yang cukup banyak. Untuk tampilan keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengenali identitas yang dimiliki oleh Negara Indonesia dan Negara Malaysia. Fasilitas keduanya menginformasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintahan.

FASILITAS EMAIL, SOSIAL NETWORK, DAN INSTANT MESSAGING

PERBANDINGAN PROGRAM FASILITAS EMAIL, SOSIAL NETWORK, DAN INSTANT MESSAGING DARI SISI PSIKOLOGI SERTA ALASAN YANG MEMBUAT PROGRAM-PROGRAM TERSEBUT POPULER

1. Gmail vs Yahoo

Banyak orang yang lebih memilih Gmail karena kemudahan dalam mengaksesnya secara tampilan layout Gmail lebih mudah untuk dipelajari ketimbang Yahoo yang agak sulit akan tetapi yahoo juga memiliki kelebihan yaitu Yahoo memberikan kemudahan untuk menghilangkan rasa penasaran orang banyak yang ingin mengetahui berita yang sedang update tanpa harus mengakses situs lainnya. Selain itu Yahoo juga dapat menghubungkan fasilitas Yahoo Mesenger, sehingga dapat melakukan chat dengan orang lain.

Sedangkan tampilan tema-tema Gmail sangat indah untuk menghiasi halaman email tema-tema tersebut dapat dipilih di pengaturan. Tampaknya yang sederhana, pada dasarnya orang akan lebih menyukai yang praktis, ketimbang harus me-check semua email dan kemudian memilih folder lainnya ketika memindahkan sebuah email.

2. Facebook vs Twitter

Facebook merupakan sarana lain untuk berkomunikasi atau sarana jejaring sosial yang berlangsung melalui internet, Media yang mempermudah seseorang berkomunikasi dengan orang lain. Dengan Facebook seseorang dapat menemukan dan berbincang teman lama, chating dengan teman yang sedang login. Dapat mengupload video dan foto kemudian membuat album foto. Media pelepasan atau curahan hati saat senang maupun sedih, berbagi aktivitas apa yang sedang kita lakukan dengan menulis status dan saling berkomentar satu sama lain dengan teman. Tampilan menu Facebook yang mudah untuk dimengerti sehingga memberi kemudahan bagi pemula, Tersedia fitur-fitur aplikasi yang menyenangkan seperti games, Facebook juga dapat digunakan untuk tempat bisnis, terlebih untuk pengusaha yang akan mempromosikan produknya.

Twitter adalah sebuah layanan gratis dan sederhana untuk menyiarkan status singkat melalui Internet. Status Twitter dapat langsung diumumkan ke seluruh pemakai Twitter. Tampilan twitter jauh lebih simple dan sederhana di bandingkan facebook. Tampilan gambar background atau layout dapat dirubah gambarnya, bahkan dapat menggunakan foto pribadi untuk dijadikan tampilan layout, sehingga terlihat lebih menarik.


3. Yahoo Messenger vs GTalk

Secara tampilan warna Yahoo Messenger dan GTalk memadai dan menarik, untuk chat di Yahoo Messenger lebih mudah untuk mengaksesnya tanpa mendownload aplikasi tersebut, menu dan fiturnya cukup lengkap dan jelas dan tampilan lebih minimalis.

GTalk lebih mudah dibandingkan Yahoo Massenger, karena hanya dengan mengirim email pada teman maka sudah dapat terhubung pada GTalk, tidak perlu mengundang atau menunggu diterima. GTalk merupakan satu kesatuan dengan Gmail dan GTalk sehingga lebih mudah untuk dipergunakan bersama-sama.

PSIKOLOGI TEKHNOLOGI INTERNET DILIHAT DARI SISI PRO & KONTRA

PSIKOLOGI TEKHNOLOGI INTERNET DILIHAT DARI SISI PRO & KONTRA


Kemajuan teknologi saat ini sangat berkembang pesat dan membantu manusia untuk berinteraksi satu sama lain tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Kemajuan teknologi dan informasi, ibarat dua sisi mata "pisau. Kecanggihannya untuk memudahkan mengakses informasi tanpa terbatas ruang dan waktu sangat positif. Namun, kemajuan ini juga kerap bersisi negative.


Pro
  • Berbagi pengalaman dan informasi dibanyak forum.
  • Sebagai wadah berkreasi dan penuangan ide-ide tanpa waktu dan tempat yang terbatas.
  • Kemudahan mencari informasi akan tugas yang diberikan, berita, kamus, ensiklopedi, artikel, jurnal ilmiah dan penelitian dalam negeri maupun asing.
  • Percakapan interaktif melalui chatting.
  • Situs game online atau hiburan dapat mengasah kemampuan motorik anak.

Kontra
  • Internet banyak mengurangi aktivitas gerak.
  • Menggunakan internet secara berlebihan akan memiliki kecenderungan untuk mengalami hambatan dalam rentang perhatian, kebutuhan melakukan stimulasi secara segera (tidak sabar) , dan "rasa kebingungan dalam identitas.
  • Tentang kekerasan dan kejahatan seksual pada remaja yang baik pelaku maupun korbannya adalah remaja akibat eksposure terhadap situs-situs internet atau dampak negatif dalam perkembangan moral
  • Lupa akan waktu karena keasikkan bermain game online menjadi makhluk anti sosial.

Pemanfaatan Tekhnologi Internet yang Baik untuk Remaja

Efek positif dan negatif sangat tergantung dari penggunaan internet, Internet perlu dikenalkan sedini mungkin, asalkan orang-tua mendampingi anaknya karena kuatnya pengaruh dan ancaman sisi negatif internet bagi anak sangat beresiko besar, diharapkan orang tua mengajarkan bagaimana seorang anak mampu untuk memproteksi dirinya sendiri agar bisa menangkal konten negatif dari yang diakibatkan internet. "Mental anak-anak harus dipersiapkan agar mereka bisa melindungi dirinya sendiri, melalui mekanisme internal dalam dirinya". Orangtua harus strategis dalam membimbing anaknya untuk menggunakan internet dalam meningkatkan pengalaman belajar dan menghasilkan efek yang positif.

Jumat, 13 Mei 2011

Hubungan Stres dengan Psikologi Lingkungan

Stres

1. Apakah stress itu, jelaskan?
Jawab:

A. Pengertian Stres dikemukakan oleh beberapa ahli:
  1. Hans Selye (dalam Sehnert, 1981) mendefinisikan stress sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh pada tiap tuntutan yang dikenakan padanya.
  2. Menurut Lazarus (1976) stress adalah suatu keadaan psikologi individu yang disebabkan karena individu dihadapkan pada situasi internal dan eksternal.
  3. Sedangkan korchin (1976) keadaan stres muncul apabila tuntutan-tuntutan yang luar biasa atau terlalu banyak mengancam kesejahteraan atau integritas seseorang.
  4. Sarafino (1994) mengkonseptualisasikan kedalam tia pendekatan, yaitu
  • Stimulus: Mengetahui sumber atau penyebab ketegangan berupa keadaan atau situasi dan pristiwa yang dirasa mengancam atau membahayakan, menghasilkan perasaan tegang yang disebut STRESOR.
  • Respon: Reaksi seseorang terhadap stresor. Untuk itu dapat diketahui dari dua komponen yang saling berhubungan yaitu komponen psikologi dan komponen fisiologi.
  • Proses: Terdiri dari stressor dan strain ditambah dengan satu dimensi penting yaitu berhubungan antara manusia dengan lingkungan. Proses ini melibatkan interaksi dan penyesuaian diri yang kontinyu, disebut juga dengan istilah transaksi antara manusia dengan lingkungan, yang di dalamnya termasuk perasaan yang dialami dan bagaimana orang lain merasakannya.

B. Model stress

Cox (dalam Crider dkk, 1983) mengemukakan 3 model stress, yaitu: Response-based model, Stimulus-based model, dan Interactional model.
a. Respon-based model
Mengacu sebagai sekelompok gangguan kejiwaan dan respon-respon psikis yang timbul pada situasi sulit dan mencoba untuk mengidentifikasikan pola-pola kejiwaan dan respon-respon kejiwaan yang diukur pada lingkungan yang sulit. Suatu pola atau sekelompok dari respon disebut sebagai sebuah sindrom. Pusat perhatian dari model ini adalah bagaimana stressor yang berasal dari pristiwa lingkungan yang berbda-beda dapat menghasilkan respon stress yang sama.

b. Stimulus-based model
Model stress ini memusatkan perhatian pada sifat-sifat stimuli stress. Tiga karakteristik penting dari stimuli stress adalah sebagai berikut:
  • Overload: karakteristik ini diukur ketika sebuah stimulus dating secara intens dan individu tidak dapat mengadaptasi lebih lama lagi
  • Conflict: diukur ketika sebuah stimulus secara simultan membangkitkan dua atau lebih respon-respon yang tidak berkesesuaian. Situasi-situasi konflik berdifat ambigu, dalam arti stimulus tidak memperhitungkan kecenderungan respon yang wajar.
  • Uncontroliability: adalah peristiwa-peristiwa dari kehidupan yang bebas/tidak tergantung pada prilaku dimana pada situasi ini menunjukkan tingkat stress yang tinggi. Stress diproduksi oleh stimulus aversive yang mungkin diolah melebihi kemampuan dan control waktu serta jangka waktu dari stimuli ini daripada dengan kenyataan penderitaan yang dialami. Dampak stress dari stimuli aversive dapat diperkecil jika individu percaya dapat mengontrolnya.
c. Interactional model
Merupakan perpaduan dari respon-based model dan stimulus-based model. Model ini memperkirakan bahwa stress dapat diukur ketika dua kondisi bertemu, yaitu:
  • Ketika individu menerima ancaman akan motif dan kebutuhan penting yang dimilikinya. Jika telah berpengalaman stress sebelumnya, individu harus menerima bahwa lingkunagan mempunyai ancaman pada motif-motif atau kebutuhan-kebutuhan penting pribadi.
  • Ketika individu tidak mampu mengcoping stressor. Pengertian coping lebih merujuk pada kesimpulan total dari metode personal, dapat digunakan untuk menguasai situasi yang penuh stress. Coping termasuk rangkaian dari kemampuan untuk bertindak pada lingkungan dan mengelola gangguan emosional, kognitif serta reaksi psikis.

C. Jenis stress

Holan (1981) menyebutkan jenis stress yang dibedakan menjadi dua bagian, yaitu: systemic sress dan psychological stress. Systemic stress didefinisikan oleh Selye (dalm Holahan, 1981) sebagai respo non spesifik sari tubuh terhadap beberapa tuntutan lingkungan. Ia menyebut kondisi-kondisi pada lingkungan yang mengahasilkan stress, misalanya racun kimia atau temperature ekstrim, aebagai stressor. Selye mengidentifikasi tiga tahap dalam respon sistemik tubuh terhadap kondisi-kondisi penuh stress, yang diistilahkan General Adaptation Syndrome (GAS).

  • Tahap pertama, alarm reaction dari system saraf otonom termasuk didalamnya peningkatan sekresi adrenalin, detak jangtung, tekanan darah dan otot menegang. Tahap ini bias diartikan sebagai pertahanan tubuh.
  • Selanjutnya, tahap ini diikuti oleh tahap resistance atau ada[tasi, yang di dalamnya termasuk berbagai macam respon coping secara fisik.
  • Tahap ketiga, exhaustion atau kelelahan akan terjadi kemudian apabila stressor dating secara intens dan dalam jangka waktu yang cukup lama, jika usaha-usaha perlawanan gagal untuk menyelesaikan secara adekuat.
Psycohological stress terjadi ketika individu menjumpai kondisi lingkungan yang penuh stress sebagai ancaman yang secara kuat menantang atau melampaui kemampuan copingnya (Lazarus dalam Kolahan, 1981). Sebuah situasi dapat terlihat sebagai suatu ancaman dan berbahaya secara potensial apabila melibatkan hal yang memalukan, kehilangan harga diri, kehilangan pendapatan dan seterusnya (dalam Heimstra & McFarling, 1978).

D. Sumber stress (stressor)

Lazarus dan Cohen (dalam Evans, 1982) mengemukakan bahwa terdapat tiga kelompok sumber stress, yaitu:
  1. Fenomena catalismic, yaitu hal-hal atau kejadian-kejadian yang tiba-tiba, khas, dan kejadian yang menyangkut banyak orang seperti bencana alam, perang, banjir, dan sebagainya.
  2. Kejadian-kejadian yang memerlukan penyesuaian atau coping seperti pada fenomena catalismic meskipun berhubungan dengan orang yang lebih sedikit seperti respon seseorang terhadap penyakit atau kematian.
  3. Daily has-sles, yaitu masalah yang serin dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut ketidakpuasan kerja atau masalah-masalah lingkungan.

2. Apakah kaitan stress dengan psikologi lingkungan, jelaskan?
Jawab:

Elemen-elemen lingkungan dapat mempengaruhi proses terjadinya ketidakseimbangan maupun keseimbangan dalam kaitan manusia dengan lingkungannya. Ketika tidak mengalami stres, individu umumnya menggunakan banyak waktunya untuk mencapai keseimbangan dengan lingkungannya. dalam keadaan seperti ini, ada waktu-waktu tertentu dimana kita sebenarnya justru mengalami stres, dimana lingkungan menyajikan tantangan yang terlalu besar atau individu dapat menghilangkannya dengan kemampuan coping behavior dengan kata lain kaitan stress dengan lingkungan yaitu stress terjadi ketika individu menjumpai kondisi lingkungan yang mengancam yang secara kuat menantang atau melampaui kemampuan copingnya.

3. Apakah stress bisa mempengaruhi perilaku individu dalam lingkungan dan berikan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari?
Jawab:

Setiap orang secara terus menerus akan menghadapi perubahan fisik, psikis, dan sosial baik dari dalam maupun dari lingkungan luar. Jika hal tersebut tidak dapat dihadapi dengan seimbang maka tingkat stress akan meningkat.
Stres yang dialami individu dapat memberikan dampak yang berbeda tergantung pada kemampuan individu dalam menghadapi stres. Individu yang mengalami stres umumnya tidak dapat melakukan interaksi sosial dengan baik, sehingga dapat menurunkan perilaku didalam suatu lingkungan.

Contoh perilaku…

Ketika seseorang dihadapkan dengan lingkungan bertetangga, maka akan terjadi suatu kedekatan dengan menjalin interaksi satu sama lain. Suatu ketika saya sedang jenuh dengan situasi dikampus yang membuat saya merasa tidak enak hati, bawaanya ingin marah-marah terus. Tugas yang tidak terseleaikan dengan tepat waktu, ditambah dengan tugas yang diberikan lagi oleh dosen lain, lalu tugas yang tidak diterima dan ada lagi katanya tugas saya belum masuk di alamat email dosen yang satunya lagi…..!!! suasana dirumah duch, tetangga disebelah menyetel music dengan suara yang tak terkira, haloooooo……….. yang punya telinga kan bukan kamu doank???? Plis dweh, dengan sangat kesal saya mengetuk pintu rumahnya,, dengan raut wajah yang tak terbayangkan oleh ku “asalamualaikum, kamu gila ya??, dikira kuping punya kamu doank. Tolong dikecilin tuh volume (Terimakasih).. assalamualaikum”.

Kita dapat merasakan suara di bawah kondisi tertentu dapat dipersepsi sebagai kebisingan dan bagaimana persepsi ini mempengaruhi respon psikologis dan fisiologis terhadap sumber kebisingan. Dalam hal ini, faktor individu seperti gaya coping sangat penting, dan respon yang berbeda-beda terhadap kondisi kebisingan


SUMBER:
www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/…/bab7-stres_lingkungan.pdf.
Wikipedia.com

Senin, 25 April 2011

Keterkaitan Privasi, Ruang personal dan Teritorialitas dengan Lingkungan

Hubungan Privasi, Ruang personal, dan Teritorial dengan Lingkungan

PRIVASI

Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. Tingkatan privasi yang diinginkan itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai orang lain (Dibyo Hartono, 1986).


Beberapa definisi tentang privasi:
  1. Rapoport (dalam Soesilo, 1988) mendefinisikan privasi sebagai suatu kemampuan untuk mengontorl interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan-pilihan dan kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang diinginkan.
  2. Marshall (dalam Wrightman & Deaux,1981. dkk) mengatakan bahwa privasi menunjukan adanya pilihan untuk menghindari diri dari kerlibatan dengan orang lain dan lingkungan sosialnya.
  3. Altman (1975), privasi adalah proses pengontrolan yang selektif terhadap akses kepada diri sendiri dan akses kepada orang lain. Privasi juga memiliki beberapa fungsi yaitu, pengaruh dan pengontrol interaksi interpersonal, merencanakan dan membuat strategi untuk berhubungan dengan orang lain, serta memperjelas kansep diri dan identitas diri.
  4. Sarwono (1992), privasi adalah keinginan atau kecenderungan pada diri seseorang untuk tidak diganggu kesendirianya.
Privasi memiliki 2 jenis penggolongan
1. Golongan yang berkeinginan untuk tidak diganggu secara fisik.
  • Keinginan untuk menyendiri (solitude). Misalnya ketika seseorang sedang dalam keadaan sedih dia tidak ingin diganggu oleh siapapun.
  • Keinginan untuk menjauhkan dari pandangan atau gangguan suara tetangga/lalu lintas (seclusion). Misalnya saat seseorang ingin menenangkan pikirannya, ia pergi ke daerah pegunungan untuk menjauhkan diri dari keramaian kota.
  • Keinginan untuk intim dengan orang-orang tertentu saja, tetapi jauh dari semua orang (intimacy). Misalnya orang yang pergi ke daerah puncak bersama orang-orang terdekat seperti keluarga.
2. Golongan yang berkeinginan untuk menjaga kerahasiaan diri sendiri yang berwujud dalam tingkah laku hanya memberi informasi yang dianggap perlu.
  • Keinginan untuk merahasiakan jati diri (anaonimity)
  • Keinginan untuk tidak mengungkapkn diri terlalu banyak kepada orang lain (reserve)
  • Keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga (not neighboring)

Ada 2 jenis orientasi mengenai privasi :
1. Tingkah laku menarik diri
  • Solitude adalah keinginan untuk menyendiri
  • Seclusion adalah keinginan untuk menjauh dari pandangan dan gangguan suara tetangga serta kebisingan lalu lintas
  • Intimacy adalah keinginan untuk dekat dengan keluarga dan orang-orang tertentu , tetapi jauh dari semua orang.
2. Mengontrol informasi
  • Anonmity adalah keinginan untuk merahasiakan jati diri
  • Reserve adalah keinginan untuk mengungkapkan diri terlalu banyak kepada orang lain
  • NotNeighboring adalah keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga

Ruang Personal

Ruang personal adalah salah satu mekanisme perilaku untuk mencapai tingkat privasi tertentu. Beberapa karakterisitik ruang personal menurut Sommer (dalam altman,1975), pertama, batas diri yang tidak boleh dimasuki oleh orang lain. Kedua, ruang personal itu tidak berupa pagar yang tampak mengelilingi seseorang dan terlerak di suatu tempat tetapi batas itu melekat pada diri dan dibawa kemana-mana. Ketiga, ruang personal adalah batas kawasan yang dinamis, yang berubah-ubah besarnya sesuai dengan waktu dan situasi. Keempat, pelanggaran ruang personal ini akan dirasakan sebagai ancaman sehingga daerah ini dikontrol dengan kuat.

Menurut Sommer (dalam Altman, 1975) ruang personal adalah daerah di sekeliling seseorang dengan batas-batas yang tidak jelas dimana seseorang tidak boleh memasukinya. Goffman (dalam Altman, 1975) menggambarkan ruang personal sebagai jarak/daerah di sekitar individu dimana dengan memasuki daerah orang lain, menyebabkan orang lain tersebut merasa batasnya dilanggar, merasa tidak senang, dan kadang-kadang menarik diri.
Beberapa definisi ruang personal secara implisit berdasarkan hasil-hasil penelitian, antara lain :
  1. Ruang personal adalah bartas-batas yang tidak jelas antara seseoran dengan orang lain.
  2. Ruang personal sesungguhnya berdekatan dengan diri sendiri.
  3. Pengaturan ruang personal merupakan proses dinamis yang memungkinkan diri kita keluar darinya sebagai suatu perubahan situasi.
  4. Ketika seseorang melanggar ruang personal orang lain, maka dapat berakibat kecemasan, stres, dan bahkan perkelahian.
  5. Ruang personal berhubungan secara langsung dengan jarak-jarak antar manusia, walaupun ada tiga orientasi dari orang lain : berhadapan, saling membelakangi, dan searah.
Personal space/ruang pribadi adalah kawasan sekitarnya seseorang yang mereka anggap sebagai psikologis mereka. Invasi ruang pribadi sering menyebabkan ketidak nyamanan, kemarahan, atau kecemasan pada pihak korban. (Edward T. Hall , yang gagasannya dipengaruhi oleh Heini Hediger)

Ruang pribadi adalah sangat bervariasi. Mereka tinggal di sebuah tempat yang berpenduduk padat cenderung memiliki ruang pribadi yang lebih kecil. Ruang pribadi juga dipengaruhi oleh posisi seseorang dalam masyarakat dengan individu-individu lebih makmur menuntut ruang pribadi yang lebih besar. Orang membuat pengecualian terhadap, dan memodifikasi persyaratan ruang mereka. Misalnya dalam pertemuan romantis tegangan dari jarak dekat yang memungkinkan ruang pribadi dapat ditafsirkan kembali ke semangat emosional. Selain itu, sejumlah hubungan memungkinkan untuk ruang pribadi untuk dimodifikasi dan ini termasuk hubungan keluarga, mitra romantis, persahabatan dan kenalan dekat di mana tingkat yang lebih besar dari kepercayaan dan pengetahuan seseorang memungkinkan ruang pribadi harus dimodifikasi.


Teritorialitas

Holahan (dalam Iskandar, 1990), mengungkapkan bahwa teritorialitas adalah suatu tingkah laku yang diasosiasikan pemilikan atau tempat yang ditempatinya atau area yang sering melibatkan ciri pemiliknya dan pertahanan dari serangan orang lain. Dengan demikian menurut Altman (1975) penghuni tempat tersebut dapat mengontrol daerahnya atau unitnya dengan benar, atau merupakan suatu teritorial primer.

Menurut Lang (1987), terdapat empat karakter dari teritorialitas, yaitu :

  1. Kepemilikan atau hak dari suatu tempat
  2. Personalisasi atau penandaan dari suatu area tertentu
  3. Hak untuk mempertahankan diri dari gangguan luar
  4. Pengatur dari beberapa fungsi, mulai dari bertemunya kebutuhan dasra psikologis sampai kepada kepuasan kognitif dan kebutuhan-kebutuhan estetika

Menurut Altman (1975), territorial bukan hanya alat untuk menciptakan privasi saja, melainkan berfungsi pula sebagai alat untuk menjaga keseimbangan hubungan sosial. Altman juga membagi teritorialitas menjadi tiga, yaitu :

1. Teritorial Primer
Jenis tritori ini dimiliki serta dipergunakan secara khusus bagi pemiliknya. Pelanggaran terhadap teritori utama ini akan mengakibatkan timbulnya perlawanan dari pemiliknya karena menyangkut masalah serius terhadap aspek psikologis pemiliknya, yaitu dalam hal harga diri dan identitasnya.
2. Teritorial Sekunder
Jenis teritori ini lebih longgar pemakaiannya dan pengontrolan oleh perorangan. Teritorial ini juga dapat digunakan oleh orang lain yang masih di dalam kelompok ataupun orang yang mempunyai kepentingan kepada kelompok itu. Sifat teritori sekunder adalah semi-publik.
3. Teritorial Umum
Teritoral umum dapat digunakan oleh setiap orang dengan mengikuti aturan-aturan yang lazim di dalam masyarakat dimana teritorial umum itu berada. Teritorial umum dapat dipergunakan secara sementara dalam jangka waktu lama maupun singkat.

Apa perbedaan ruang personal dengan teritorialitas? Seperti pendapat Sommer dan de War (1963), bahwa ruang personal dibawa kemanapun seseorang pergi, sedangkan teritori memiliki implikasi tertentu yang secara geografis merupakan daerah yang tidak berubah-ubah.



Hubungan antara Privasi, Teritorialitas, dan Ruang Personal dengan Lingkungan

Ketika seseorang dihadapkan pada suatu lingkungan tempat tinggal maka mereka berhak menentukan privasi dalam berinteraksi dengan seseorang atau kelompok yang berada dilingkungan sosialnya, ada saat-saat dimana seseorang ingin berinteraksi dengan orang lain (privasi rendah) dan ada saat-saat dimana ia ingin menyendiri dan terpisah dari orang lain (privasi tinggi). Dalam menggambarkan privasi maka seseorang akan mengontorol dan mengatur suatu perilakunya misalnya saja ia akan membatasi diri dengan orang lain sejauh mana mereka boleh berhubungan dengannya, dan menunjukkan suatu ekspresi wajah atau gerakan tubuh sebagai tanda senang atau tidak senang sikap tersebut akan menyinggung dan membuat jarak bahwa tidak akan terjadi interaksi dengan dirinya.

Untuk mencapai tingkat privasi tersebut mereka menciptakan suatu mekanisme perilaku yang disebut ruang personal. Individu yang mempunyai sifat ekstrovert atau mempunyai sifat hangat dalam berhubungan interpersonal mempunyai ruang personal yang lebih kecil dibandingkan dengan individu yang introvert. Dalam ruang personal juga menentukan suatu batas kedekatan atau cara seseorang dalam menggunakan ruang dalam berkomunikasi.
Mereka juga menentukan batas untuk membentuk suatu kawasan teritorialitas yang digunakan sebagai alat untuk menjaga keseimbangan dengan hubungan sosial.

Maka ketiganya memiliki hubungan yang sangat berkaitan dengan lingkungan karena suatu lingkungan mengharuskan seseorang menciptakan suatu interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena itu tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial juga merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial, sedangkan syarat-syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial dan komunikasi.



Contoh Kasus

Saat seseorang harus dihadapkan dengan situasi yang tidak menyenangkan misalnya saja kondisi mood yang tidak baik, maka tingkat privasi yang dimilikinya sangat tinggi dan ia akan menjaga jarak dengan lingkungannya, menutup diri karena tidak ingin diganggu. Perubahan mood yang ia miliki juga akan berdampak dengan orang lain, sikap yang ditunjukkan tidak peduli dengan orang lain. Tingginya tingkat privasi yang dimilikinya membuat ia terkesan menutup diri dengan menciptakan ruang personal yang hanya khusus untuk dirinya dan masalahnya membuat batas teritorialitas dengan mengurung diri di dalam kamar.

Terkadang seseorang pun butuh sesuatu yang dinamakan privasi misalnya saja artis-artis yang memiliki masalah atau gossip hangat maka seharusnya untuk para pencari berita tidak terlalu menggembor-gemborkan atau mencari-cari tau masalah yang dimilikinya. Hal tersebut akan melewati batas ambang privasi yang seharusnya tak diketahui oleh public atau masyarakat luas. Maka ia akan lebih protek terhadap masalah-masalah yang seharusnya tak diketahui oleh banyak orang dengan menciptakan ruang personal yang over. Dan memberikan batas territorial yang tegas dengan para pencari berita.



sumber :
Prabowo, Hendro. 1998. Arsitektur, Psikologi dan Masyarakat. Depok : Universitas Gunadarma.

Elearning.gunadarma.ac.id/...psikologi_lingkungan/bab5ruang_personal_dan_teritorialias.pdf.elearning. gunadarma. ac.id /docmodul/...lingkungan/bab6-privasi.pdf